Home » , , » Kepercayaan Akan Kekuatan Gaib Masyarakat Indonesia

Kepercayaan Akan Kekuatan Gaib Masyarakat Indonesia

Banyak kita temukan pada masyarakat Indonesia pada umumnya yang mempercayai dan menyakini tentang kebutuhan akan religi, atau bagaimana menemukan roh, dewa dan makhluk gaib lainnya serta kekuatan gaib. Di sebagian besar masyarakat Indonesia mengakui bahwa banyak sekali variasi dalam seluk beluk kepercayaan dan praktik religi. Masyarakat kita berbeda-beda dalam memandang jenis makhluk gaib atau kekuatan gaib mereka. Dalam masyarakat juga ada perbedaan dalam struktur atau hirarki organisasi makhluk itu, apa yang dilakukan makhluk, dan apa yang terjadi dengan orang yang telah meninggal. Variasi ini juga terjadi dalam cara masyarakat berinteraksi dengan hal-hal gaib tersebut.


Banyak orang Indonesia percaya pada kekuatan gaib yang tidak berbentuk, watak seperti manusia. Ini seperti kekuatan gaib yang disebut orang dengan nama dari bahasa Melayu Polinesia dengan sebutan "mana". Mana itu diperkirakan mendiami beberapa objek tertentu bukan objek lain, ada pada beberapa orang tetapi bukan pada orang-orang lain. Kita dapat membandingkan seperti seseorang pemain bola yang berfikir bahwa kaos keseblasannya atau kaos kakinya mempunyai tenaga atau kekuatan gaib, dan dapat memasukan bola kegawang lawan kalau memakai kaos tersebut. Kaos tersebut mempunyai "mana".

 
Ada sebagian masyarakat kita yang mempercayai daun semanggi berhelai empat mempunyai "mana", dan daun semanggi berhelai tiga tidak. Ada seorang petani menaruh batu yang telah dimantrai di ladangnya, dan hasil panen berlimpah, maka batu itu mempunyai "mana". Kepala suku dikatakan mempunyai "mana". Tetapi tenaga itu tidak permanen dimilikinya; kepala suku yang gagal dalam berburu atau berperang dikatakan telah kehilangan "mana"nya.

Banyak cerita rakyat di Tanah air yang mengacu kepada suatu objek yang didalamnya terdapat kekuatan gaib, yang tidak perlu "mana", kadang-kadan secara kebetulan ada secara gaib, tinggal dan kemudian bereaksi dan berinteraksi dengan seseorang secara otomatis. Benda-benda itu misalnya dapat berupa benda-benda nyata seperti, sendal, pukar angsa panci bubur, sebuah lampu, cakar kera, bambu unik, dan sepasang sepatu. Benda-benda itu dipercaya memiliki kekutan gaib yang tidak berhubungan dengan mana, akan tetapi memliki kekuatan gaib tertentu secara sendirinya.

  

0 komentar:

Cari Artikel